Semua kata berujung manis
Dibalik kertas semua laris
Tinta menetes hingga habis
Dari hati yang menangis
Mengukir kenangan tiada arti
Mencari ilmu sampai mati
Agar senang rasanya hati
Sampai akhir hayat nanti
Semangat menggebu bagai bara
Mengejar rindu dipuncak menara
Biar badan jadi sengsara
Asal hati seperti mutiara
Angin berhembus membawa rindu
Dibalik bukit yang sedu
Mencari teman terasa syahdu
Dari cerita yang mengadu
17 juni 2005
Blog ini memberikan pengertian kepada kita bagaimana menyampaikan sesuatu kepada orang lain lewat tinta dan kertas dalam puisi
Rabu, 01 Agustus 2007
JALANAN SETAPAK
Mata mencari burung dara
Aku bertemu setan tenggara
Sabar hati penuh lara
Resah penuh gara-gara
Ingin bertemu bersama para
Agar hati bebas sengsara
Dengan memakai berbagai cara
Ibarat menanam kacang kara
Empu sakit tiada tara
Xante penuh huru-hara
Ajaib bagai batu mutiara
Cari kawan semangat membara
Taruh rindu di puncak menara
10 januari 2005
Aku bertemu setan tenggara
Sabar hati penuh lara
Resah penuh gara-gara
Ingin bertemu bersama para
Agar hati bebas sengsara
Dengan memakai berbagai cara
Ibarat menanam kacang kara
Empu sakit tiada tara
Xante penuh huru-hara
Ajaib bagai batu mutiara
Cari kawan semangat membara
Taruh rindu di puncak menara
10 januari 2005
HANYA PERASAAAN
Dibalik Cahaya Yang Remang
Timbul Perasaan Yang Bergejolak
Ingin Rasanya Membangun Bukit
Yang Diliputi Rasa Dan Masa
Ingin Meletus Rasanya Bedil
Namun Sasaran Belum Nampak
Entah Dimana Dan Kapan
Peristiwa Ini Bisa Terwujud
Perasaan Manusia Terus Bergejolak
Dengan Bedil Dibagian Depan
Siap Menyemburkan Peluru Kesasaran
Agar Tercapai Keinginan Manusia
Biar Waktu Terus Berlalu
Namun Perasaan Terus Berkobar
Ingin Membangun Bukit Berlalu
Dalam Bentuk Jiwa Dan Raga
20 juni 2005
Timbul Perasaan Yang Bergejolak
Ingin Rasanya Membangun Bukit
Yang Diliputi Rasa Dan Masa
Ingin Meletus Rasanya Bedil
Namun Sasaran Belum Nampak
Entah Dimana Dan Kapan
Peristiwa Ini Bisa Terwujud
Perasaan Manusia Terus Bergejolak
Dengan Bedil Dibagian Depan
Siap Menyemburkan Peluru Kesasaran
Agar Tercapai Keinginan Manusia
Biar Waktu Terus Berlalu
Namun Perasaan Terus Berkobar
Ingin Membangun Bukit Berlalu
Dalam Bentuk Jiwa Dan Raga
20 juni 2005
TAKDIR
Hidup kelam bagai mimpi
Diselimuti perasaan dan angan-angan
Yang tiada menentu
Dalam setiap langkah
Namun baru tersadari
Ini hanya cerita dongen
Yang terjadi dalam sejarah
Dan tidak mungkin terwujud
Hanya mimpi selalu menghantui
Perasaan yang selalu mengecam
Angan-angan yang selalu membayang
Pikiran yang tiada menetu
Namun akan tetap terjalani
Apa yang menjadi takdir
Apa yang telah digariskan
Hingga akhir hayat nanti
9 desember 2005
Diselimuti perasaan dan angan-angan
Yang tiada menentu
Dalam setiap langkah
Namun baru tersadari
Ini hanya cerita dongen
Yang terjadi dalam sejarah
Dan tidak mungkin terwujud
Hanya mimpi selalu menghantui
Perasaan yang selalu mengecam
Angan-angan yang selalu membayang
Pikiran yang tiada menetu
Namun akan tetap terjalani
Apa yang menjadi takdir
Apa yang telah digariskan
Hingga akhir hayat nanti
9 desember 2005
KEPEDIHAN HIDUP
Perasaan Kalang Kabut
Bagai Awan Yang Kelam
Diwaktu Musim Dingin
Dalam Meniti Jalan Hidup
Bayang Bayang Selalu Menyelimuti
Hingga Malam Pun Tiba
Dan Menyatu Dalam Mimpi
Hingga Siang Pun Menjelang
Hari Berlalu Bagai Bara
Mengecam, Menghantui, Membayangi
Seperti Hidup Tiada Berarti
Dalam Melangkah Yang Tiada Tujuan
Hari Berlalu Begitu Sepi
Bagai Bumi Tanpa Penghuni
Hingga Waktu Pun Menjemput
Sampai Akhir Nanti
9 desember 2005
Bagai Awan Yang Kelam
Diwaktu Musim Dingin
Dalam Meniti Jalan Hidup
Bayang Bayang Selalu Menyelimuti
Hingga Malam Pun Tiba
Dan Menyatu Dalam Mimpi
Hingga Siang Pun Menjelang
Hari Berlalu Bagai Bara
Mengecam, Menghantui, Membayangi
Seperti Hidup Tiada Berarti
Dalam Melangkah Yang Tiada Tujuan
Hari Berlalu Begitu Sepi
Bagai Bumi Tanpa Penghuni
Hingga Waktu Pun Menjemput
Sampai Akhir Nanti
9 desember 2005
Langganan:
Postingan (Atom)