Hidup didunia penuh misteri
Bayang slalu menghantui
Hati berdebar penuh perasaan
Dibalik dinding dan tembok
Berdesir merambah suara halilintar
Berisik menembus dinding kehidupan
Berkabut penuh alang-alang
Bintang bersinar samar-samar
Semua menyelimuti perasaan diri
Dalam menembus kabut hitam
Dan melewati pasir berduri
Demi mempertahankan jiwa kehidupan
Semua sudah mendarah daging
Dalam menghadapi tantangan hidup
Dan perjuangan takkan surut
Demi meraih cita-cita
08 januari 2006
Blog ini memberikan pengertian kepada kita bagaimana menyampaikan sesuatu kepada orang lain lewat tinta dan kertas dalam puisi
Selasa, 15 Januari 2008
KECERIAAN
Dihari nan indah
Dipagi yang cerah
Dibawah kicauan burung
Dari ranting ke ranting
Dalam menyambut pagi
Yang penuh dengan ceria
Menunggu yang telah pergi
Dengan penuh suka ria
Hari mekar bagai bunga
Dihari yang berbahagia
Yang terisi kesenangan hati
Takkan terlupakan sampai mati
Dalam mengarungi sejarah hidup
Yang tertulis dalam kitab
Apa yang menjadi nasib
Dijalani dengan penuh sanggup
14 desember 2005
Dipagi yang cerah
Dibawah kicauan burung
Dari ranting ke ranting
Dalam menyambut pagi
Yang penuh dengan ceria
Menunggu yang telah pergi
Dengan penuh suka ria
Hari mekar bagai bunga
Dihari yang berbahagia
Yang terisi kesenangan hati
Takkan terlupakan sampai mati
Dalam mengarungi sejarah hidup
Yang tertulis dalam kitab
Apa yang menjadi nasib
Dijalani dengan penuh sanggup
14 desember 2005
SUASANA PAGI
Pagi terasa indah menyenangkan
Berhembus angin penuh harap
Diselimuti awan putih bersinar
Diterangi matahari di ufuk timur
Menggema dering diserpihan udara
Terdengar nyarinng bagai nyanyian
Mengisi memenuhi suasana pagi
Menggetarkan bisikan dibalik tirai
Suara terdengar penuh harap
Mengalun mengiriongi lantunan nada
Menepis mengiris dalam dada
Meninggalkan kesan tanpa batas
Berbunga berkembang bagai melati
Penuh santunan harum semerbak
Berdesir mengisi lantunan hari
Dalam mengenang peristiwa pagi
09 januari 2006
Berhembus angin penuh harap
Diselimuti awan putih bersinar
Diterangi matahari di ufuk timur
Menggema dering diserpihan udara
Terdengar nyarinng bagai nyanyian
Mengisi memenuhi suasana pagi
Menggetarkan bisikan dibalik tirai
Suara terdengar penuh harap
Mengalun mengiriongi lantunan nada
Menepis mengiris dalam dada
Meninggalkan kesan tanpa batas
Berbunga berkembang bagai melati
Penuh santunan harum semerbak
Berdesir mengisi lantunan hari
Dalam mengenang peristiwa pagi
09 januari 2006
Minggu, 05 Agustus 2007
ANAK JALANAN
Dirimu ada dimana-mana
Disetiap sudut-sudut kota
Diantara gedung-gedung bertingkat
Disetiap arus jalan raya
Kau menanggung duka derita
Menjalani setapak demi setapak
Menelusuri jalan dan lorong
Demi menyambung sisa hidup
Tapi, adakah yang peduli?
Memperhatikan merasakan duka derita
Yang kau rasakan sekarang
Atau merasa kasihan untukmu
Dunia memang kejam dan sadis
Terhadap dirimu dan kehidupanmu
Tapi sabarlah dan bertawakkal
Semoga mereka akan sadar
07 januari 2006
Disetiap sudut-sudut kota
Diantara gedung-gedung bertingkat
Disetiap arus jalan raya
Kau menanggung duka derita
Menjalani setapak demi setapak
Menelusuri jalan dan lorong
Demi menyambung sisa hidup
Tapi, adakah yang peduli?
Memperhatikan merasakan duka derita
Yang kau rasakan sekarang
Atau merasa kasihan untukmu
Dunia memang kejam dan sadis
Terhadap dirimu dan kehidupanmu
Tapi sabarlah dan bertawakkal
Semoga mereka akan sadar
07 januari 2006
KEBERSAMAAN
Kerlap-kerlip bintang malam
Mengingatkan pada masa lalu
Diwaktu masih bersama dulu
Dimalam yang penuh bintang
Bulan menerangi jalan ini
Memberikan arah langkah hidup
Menelusuri seluk-beluk kehidupan
Dalam mengiringi langkah bersama
Bintang menjadi saksi bisu
Dalam perjalanan hidup ini
Yang selalu merasakan rindu
Ingin rasanya selalu bersama
Malam-malam pun teringat
Selalu terbayang dibola mata
Betapa rasanya ingin menyatu
Agar mimpi jadi kenyataan
06 januari 2006
Mengingatkan pada masa lalu
Diwaktu masih bersama dulu
Dimalam yang penuh bintang
Bulan menerangi jalan ini
Memberikan arah langkah hidup
Menelusuri seluk-beluk kehidupan
Dalam mengiringi langkah bersama
Bintang menjadi saksi bisu
Dalam perjalanan hidup ini
Yang selalu merasakan rindu
Ingin rasanya selalu bersama
Malam-malam pun teringat
Selalu terbayang dibola mata
Betapa rasanya ingin menyatu
Agar mimpi jadi kenyataan
06 januari 2006
Langganan:
Postingan (Atom)